Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Resensi Film Ambilkan Bulan

source : google.com
Menonton film ini membuatku melihat kembali pada sejarah sekaligus menatap masa depan, Ambilkan Bulan telah berhasil membuatku bernostalgia pada masa kanak-kanak yang penuh dengan permainan bersama kawan-kawan.

Anak-anak yang memang dikodratkan untuk menghabiskan waktunya untuk bermain, anak-anak yang memang seharusnya menikmati hari-harinya yang menyenangkan dengan kawan-kawannya. Namun tidak dengan Amelia, tokoh pada film ini. Ia tumbuh dan besar pada lingkungan keluarga kaya, bisa bersekolah di sekolah kelas internasional, tinggal di apartemen, dan difasilitasi berbagai macam alat teknologi sebagai perwujudan dari manusia modern. Kesehariannya setelah sekolah dihabiskan di depan laptop, berkomunikasi dengan teman mayanya. Sebagai anak yang terbilang kurang perhatian dari orang tuanya ini maka tak heran jika pada akhirnya Amelia harus mencari sendiri teman yang dapat menemaninya.

Meski film ini merupakan

Sebuah catatan tentang Hingga Ujung Waktu

Hingga Ujung Waktu, adalah salah satu lagu Sheila on 7 yang terbilang paling banyak disukai oleh sheilagank (sebutan bagi fans sheila on 7). 
Lirik yang begitu romantis dengan balutan musik orkestra membuat lagu ini terasa sempurna untuk didengarkan. 
Suara merdu sang vokalis, Duta, semakin membuat mereka tergila-gila dengan lagu ciptaan Eross Candra tersebut. 
Lagu yang berdurasi 4: 26 menit ini berkisah tentang perjalanan cinta seorang lelaki dalam menemukan pendamping hidupnya. 

incest: pernikahan sedarah dua bayi kembar


Judul novel         : Incest
Pengarang          : I Wayan Artika
Tahun Terbit       : 2008
Penerbit             : Interpre Book
Tebal                 : 268 halaman

Incest diartikan sebagai perkawinan antarsaudara sedarah. Incest dalam novel ini tak jauh dari arti sebenarnya, menceritakan tentang seorang bayi yang terlahir buncing atau kembar laki-laki dan perempuan. Ialah Putu Geo Antara dan Gek Bulan Armani, bayi kembar buncing dari pasangan Nyoman Sika dan Ketut Artini.
Dalam adat Bali, bayi yang terlahir buncing dianggap sebagai pembawa aib desa. Ada hukuman untuk pasangan suami istri yang melahirkan bayi buncing yaitu mereka harus menjalani proses pembuangan selama 42 hari dan melaksanakan malik sumpah. Tak hanya itu, ada proses yang lebih menyakitkan yaitu kedua bayi tersebut harus dipisahkan satu sama lain dan ketika mereka dewasa keduanya harus dinikahkan.
Selama kedua bayi tersebut dipisahkan hingga dewasa, tak ada orang yang boleh membocorkan rahasia ini, adat sangat dipatuhi hingga tak seorangpun yang berani memberi tahu  siapa sebenarnya dan apa hubungan antara Geo dan Bulan. Ada hukuman semacam kutukan yang diberikan kepada mereka yang membocorkan rahasia ini. Jelungkap, desa yang mejadi latar cerita dalam novel ini merupakan saksi mati rahasia besar terus menyaksikan apa yang terjadi hanya dalam diam dan kebisuan.
Niken Ayu. Diberdayakan oleh Blogger.